Langsung ke konten utama

BECOME FOOLISH

Sunday, 24 July 2016
Starbucks Coffee, Graha Pena

Lately the Pokemon Go is like a viral outbreak in Surabaya. Most of people i known, installed the pokemon go and they swipe their phone with excitement.

Even though the application is took from the APK and not the original playstore or IOS.

The excitement to lookup for Pokemon and get lost is very very entertaining. It help me to have fun furthermore in my morning exercise in my area.

One of my friend suggest me to open a website that help me to find pokemon around my area. And hunt for the rarest one.

I said to him. " i dont want to loose my excitement, i want to stay foolish to enjoy it"

Yeah... that was I said.

I think that the guy out there that create pokemon go want the user to explore. Walking, to seek an adventure with they friend or even do solo.

And that is what i want to be. Just enjoy the excitement. Even though i will got more obstacle such as the pokemon run away (Darn it!) Or the internet is not good in that area.

Become foolish is necessary. Just like when you try a new dishes. You had curiosity, excitement and wonders

Is it good ?
Is it make me alergic ?
Is it will become my favourite

And so many thing

I remember the first time i ate sushi. Not the nigiri sushi but the california roll (fusion sushi) in one of the japanese restaurant in surabaya.

I kind of excited about it. With the avocado, the salmon, and the roe also the seaweed. I imagine that will be nice.

I ate one of the sushi and then...... yikes. I taste a different sensation in my tongue. I never ate raw fish. And the salmon is raw.

Frankly it make me wanna throw up. But i try to ate it, while my face visualised i dont want to ate it.

But, i wanna taste more. Want to try it again. And now it become my favourite food.

Foolish make us to become an empty cup, that ready to be poured with water, coffee,tea or wine. Many sensation and emotion.

Just dont be too smart already, if you try the first time or you already did multiple times. Just let it be. There will be many things happened.

Enjoy all the process and just seek the excitement.

And right now i read this book. Think like a freak by Steven D. Levitt and Stephen J. Dubner. And i will become a foolish to fill mu cup.

Enjoy the day.

Komentar

  1. Enjoy your morning coffee mas'e...
    A Tumbler size of coffee?! Well.. It is enough making your freaking sunday sprites all day :D

    BalasHapus
  2. Actually.... it is a good green tea latte with soy and no sugar.

    Not a coffee addict. ��.

    Cheers mas !

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lika liku Interview Kerja untuk Fresh Graduate

Halo, apakah ketika anda membuka artikel ini, anda sudah menyelesaikan studi anda di Diploma atau Tingkat Sarjana 1 dan Tingkat Master (S2), dan sekarang sedang terbayang dan memimpikan pekerjaan idaman anda ? Sama seperti saya dahulu ketika lulus kuliah, pada saat itu sudah kebayang rencana kerja dimana, keinginan untuk bekerja di perusahaan tertentu yang terkenal dengan gaji dan fasilitas yang baik, dan dimana sesuai dengan bidang kita. Pokoknya semangat banget deh. Memang artikel ini agak nggak pas dibaca untuk mereka yang mengembangkan usaha sendiri, membuat start up company, atau meneruskan perusahaan keluarga. Saya ucapkan selamat dulu untuk anda yang berdikari mandiri atau melanjutkan usaha keluarga. Nah untuk sebagian yang masih mencari pekerjaan. Berikut lika liku pekerjaan yang ingin saya bagikan. Untuk hal ini, saya informasikan diri saya dahulu. Saya alumni dari salah satu Institut Negeri di Surabaya dengan latar belakang Akademis : Arsitektur 13 Tahun lalu (...

Kebodohan pada Pelanggaran Lalu Lintas

Berkendara di kota itu memang harus sabar. Dan cekatan. Banyak rambu rambu yang ada dan haru bertoleransi dan sabar dengan pengendara yang lain. Suatu siang yang cerah, dan panasnya kota surabaya. Dan jalan sedikit padat. Tiba tiba dari kiri ada sepasang anak yang naik motor melewati kendaraan saya. Bergoncengan bertiga Dan yang membuat saya kaget. Ketiga anak ini kemungkinan besar masih duduk di bangku SD. Dan mereka tertawa tawa berkendara. Dan tidak memakai helm. Saya pikir ini orang tua bagaimana sih ? Kok bisa dibiarkan saja. Dan mungkin beberapa pengendara berpikiran yang sama. Kalau mengingat 20 tahun lalu. Waktu itu jarang sekali melihat anak SD yang naik motor di jalan besar. Saya saja naik motor ketika sudah mendapat SIM (dan meski dibilang Cupu sama teman teman dulu). Tapi saya cuek saja. Saya mau nurut aturan. Saya ingat sebuah nasehat : ketika kamu melakukan sesuatu kamu juga bertanggungjawab akan tindakanmu. Tindakan yang baik dalam berkendara adalah mematuhi pera...

Here Comes A New Challenger

Judul di atas pasti agak familiar bila saudara termasuk yang senang maen game fighting. Tagline itu diambil dari serial games STREET FIGHTER yang populer di tahun 1990-an (dan sampai sekarang), ketika ada pemain baru yang akan menantang pemain petahana (Defender) Saya bahas Here Comes A New Challenger ini dalam kaitannya dengan adanya pegawai baru yang masuk di kantor, dan kita merasa bahwa nih pegawai baru masuk bakal jadi saingan ku nih. Kenapa saya bahas ? Ya karena saya mengalami. Posisi saya terusik dengan adanya pegawai baru, yang notabene mungkin kapasitas dan kemampuannya diatas kita atau bisa jadi dibawah kita. Nah paling repot kalau pegawai baru yang masuk itu menduduki posisi diatas kita, dan lebih muda dari kita. Sudah deh, pasti akan timbul pemikiran, nih anak masih muda, bau kencur, gak bisa apa-apa dan pikiran pikiran negatif yang lain. Wajar kah ? Ya Wajar dong itu terjadi. Toh memang itu membuat kita merasa tidak nyaman, dan dia masuk di teritorial kita yang nya...