Langsung ke konten utama

A Reflection to becoming a Netizen


I think it is very very rare, that people now  a days, not connected themselves in the internet.
They connect they life with social media, social messenger, news, blog, video sharing, online gaming and stuff.

And I also think that 1/6 of my day (About 4 hours) i used to connect myself into this internet thingy.
With every time i post something in the social media, or anything that connect to the internet, i reveal myself. That's okay for me, but again if i exposed too much, will i lose my privacy as a character ?

I connect myself in the internet when i think the first social media application comes up in the 1999 or 2000. It called the Friendster, and then in 2003 or 2004 i connect myself in Facebook until right now and a couple of social media.

I post many photo, many moments, many things, joke, laughter, invitation of online gaming, news.... whatever i like to post, i will post it. But right now, i only post something that i think matter for me and i think important.

I've been thinking, that if i post to much about myself, did i change my original character? Okay, people change, but it is people change by how others give thumb up in their status, or post like in their picture or comment.

I think i don't wanna be that person. Truly I like people like my posting, and couple time that i think my posting is not good, 'cause less person like it. But i dont really care bout it. What i'm post is i think that is important and have good message for me, and other that i tag for it. It is personal memory that someday when i see it again, i know that feeling when i post.

And sometimes some memories is too memorable to post in the internet, i just kept in my mind and heart. 

I don't know if people do like someone post, it is the person know what is the memorable times, that the person likes felt, or just ooo this one is good, oo the photo is nice, and just simply like it. 

I try to comment or like with something that affect my mind and heart. if it doesn't well, it not necessary for me to like someone post. Even that is my family or friends who post it.

I try to google myself, and voila there is my story in the facebook, and then instagram, my linkedin, and others. And when i see it, i felt that, i need to control who can view my profile, or who can reach me. It migh I become insecure with the free of things in the internet. 

But I just try to protect myself, and my character. My character shaped in the process of real life, and not in the social media or internet. Well it might affect with the internet thingy. But I try to control my internet life, and really work hard for the real life.

So what about you ? Do you share your life in the internet, and how far you will share it?

Please comment below.

Thanks






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Here Comes A New Challenger

Judul di atas pasti agak familiar bila saudara termasuk yang senang maen game fighting. Tagline itu diambil dari serial games STREET FIGHTER yang populer di tahun 1990-an (dan sampai sekarang), ketika ada pemain baru yang akan menantang pemain petahana (Defender) Saya bahas Here Comes A New Challenger ini dalam kaitannya dengan adanya pegawai baru yang masuk di kantor, dan kita merasa bahwa nih pegawai baru masuk bakal jadi saingan ku nih. Kenapa saya bahas ? Ya karena saya mengalami. Posisi saya terusik dengan adanya pegawai baru, yang notabene mungkin kapasitas dan kemampuannya diatas kita atau bisa jadi dibawah kita. Nah paling repot kalau pegawai baru yang masuk itu menduduki posisi diatas kita, dan lebih muda dari kita. Sudah deh, pasti akan timbul pemikiran, nih anak masih muda, bau kencur, gak bisa apa-apa dan pikiran pikiran negatif yang lain. Wajar kah ? Ya Wajar dong itu terjadi. Toh memang itu membuat kita merasa tidak nyaman, dan dia masuk di teritorial kita yang nya...

Lika liku Interview Kerja untuk Fresh Graduate

Halo, apakah ketika anda membuka artikel ini, anda sudah menyelesaikan studi anda di Diploma atau Tingkat Sarjana 1 dan Tingkat Master (S2), dan sekarang sedang terbayang dan memimpikan pekerjaan idaman anda ? Sama seperti saya dahulu ketika lulus kuliah, pada saat itu sudah kebayang rencana kerja dimana, keinginan untuk bekerja di perusahaan tertentu yang terkenal dengan gaji dan fasilitas yang baik, dan dimana sesuai dengan bidang kita. Pokoknya semangat banget deh. Memang artikel ini agak nggak pas dibaca untuk mereka yang mengembangkan usaha sendiri, membuat start up company, atau meneruskan perusahaan keluarga. Saya ucapkan selamat dulu untuk anda yang berdikari mandiri atau melanjutkan usaha keluarga. Nah untuk sebagian yang masih mencari pekerjaan. Berikut lika liku pekerjaan yang ingin saya bagikan. Untuk hal ini, saya informasikan diri saya dahulu. Saya alumni dari salah satu Institut Negeri di Surabaya dengan latar belakang Akademis : Arsitektur 13 Tahun lalu (...

KEMAMPUAN KERJA

Alkisah seorang bos di kota New York pernah berkata kepada anak buahnya seperti ini “Details of your incompetence do not interest me” , dan ketika si anak buah terdiam dan ternganga. Anak buah itu berkata pada dirinya sendiri “I Love my Job, I Love my Job, I love my job” Pernah merasa familiar dengan situasi seperti ini ? Dimana alasan kita tidak diterima oleh Bos, dan Bos meragukan kemampuan kerja kita. Sedangkan kita suka dengan pekerjaan kita. Ada beberapa hal yang bisa ditarik dari kejadian ini : 1. Si Bos yang sangat perfectionis Pasti ada kan bos yang sangat perfectionis, dan memasang standard tinggi dalam pekerjaannya dan timnya. Bagaimana cara menghadapi yang seperti ini ? Ubahlah cara pandangmu, coba cek dan tanyakan apa sih yang menjadi keinginan si bos ? Dan bagi kita, adalah menyamakan pandangan bos, dan bergerak bersama dengan dia. Tidak setuju dan tidak kuat dengan bos seperti ini ? YA Kalau masih cinta dengan pekerjaannya, ya coba cari dengan pekerjaa...