Langsung ke konten utama

Posting,... Enggak...., Posting.....

Hal yang paling mudah dilakukan saat ini. Adalah memposting sesuatu ke sosial media. Semenjak kehadiran facebook dan twitter serta media sosial yang lain. Posting foto pribadi, kegiatan yang kita lakukan, hangout dengan teman kuliah, status berubah dari jomblo menjadi berpacaran atau ke tunangan dan menikah menjadi sesuatu yang wajar.

Tinggal foto (jepret) dan posting,kemudian ini yang menjadi hal hal yang ditunggu. Siapa yang akan like dan siapa yang akan komentar, serta sudah di retweet atau repost lagi.

Bila yang komentar dan like banyak,hati kita berbunga bunga dan senang sekali. Namun kalau yang like sedikit  atau komentar banyak negatif. Maka sedihlah hati kita.

Nah, sekarang ini ada juga perasaan was wasa atau ketakutan. Eh kalau posting ini ada yang tersinggung gak ya ? Kenapa bisa terjadi ini. Ya karena bisa jadi posting kita akan menjadi viral yang kemudian dipergunjingkan pro kontra dan akhirnya bisa jadi kena UU ITE.

Jadi harus gimana dong ?
Ya posting aja. Tapi penuh kebijakan dan memang harus dipikir dulu. Dan apabila sudah diposting pastikan kita bertanggungjawab dengan apa yang kita posting.

Saya sendiri posting kalau menyangkut diri sendiri masih berani posting. Tapi kalau posting yang sindiran atau teguran,saya pikir dua kali efeknya apa. 😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lika liku Interview Kerja untuk Fresh Graduate

Halo, apakah ketika anda membuka artikel ini, anda sudah menyelesaikan studi anda di Diploma atau Tingkat Sarjana 1 dan Tingkat Master (S2), dan sekarang sedang terbayang dan memimpikan pekerjaan idaman anda ? Sama seperti saya dahulu ketika lulus kuliah, pada saat itu sudah kebayang rencana kerja dimana, keinginan untuk bekerja di perusahaan tertentu yang terkenal dengan gaji dan fasilitas yang baik, dan dimana sesuai dengan bidang kita. Pokoknya semangat banget deh. Memang artikel ini agak nggak pas dibaca untuk mereka yang mengembangkan usaha sendiri, membuat start up company, atau meneruskan perusahaan keluarga. Saya ucapkan selamat dulu untuk anda yang berdikari mandiri atau melanjutkan usaha keluarga. Nah untuk sebagian yang masih mencari pekerjaan. Berikut lika liku pekerjaan yang ingin saya bagikan. Untuk hal ini, saya informasikan diri saya dahulu. Saya alumni dari salah satu Institut Negeri di Surabaya dengan latar belakang Akademis : Arsitektur 13 Tahun lalu (...

WARISAN - LEGACY

Seminggu yang lalu dalam Training Leadership yang saya ikuti, dibahas mengenai apakah yang akan kita tinggalkan di perusahaan kita, apabila kita mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Dibahas pada saat itu adalah sebuah Legacy/Warisan. Apakah kita akan meninggalksan sebuah sistem operasional yang baik ? Sebuah kepemimpinan yang menjadi panutan bagi semua orang ? atau kita hanya meninggalkan sebuah cibiran dan sistem yang tidak efisien. Nah, hal itu menjadi pertanyaan secara umum buat saya. Apakah saya akan meninggalkan sebuah legacy dalam kehidupan saya ? Sebuah pertanyaan menarik yang perlu kita jawab secara personal. Apa sih legacy yang baik ? Menurut saya legacy yang baik adalah ketika legacy itu bisa membuat orang di sekitar kita menjadi lebih baik dan belajar untuk memperbaiki lagi yang sudah ada. Bila saya mengingat kemerdekaan negara ini, apakah legacy yang diteruskan kepada saya dan warga negara Indonesia. Yang pasti adalah mereka menginginkan anak dan cucu mereka d...

Here Comes A New Challenger

Judul di atas pasti agak familiar bila saudara termasuk yang senang maen game fighting. Tagline itu diambil dari serial games STREET FIGHTER yang populer di tahun 1990-an (dan sampai sekarang), ketika ada pemain baru yang akan menantang pemain petahana (Defender) Saya bahas Here Comes A New Challenger ini dalam kaitannya dengan adanya pegawai baru yang masuk di kantor, dan kita merasa bahwa nih pegawai baru masuk bakal jadi saingan ku nih. Kenapa saya bahas ? Ya karena saya mengalami. Posisi saya terusik dengan adanya pegawai baru, yang notabene mungkin kapasitas dan kemampuannya diatas kita atau bisa jadi dibawah kita. Nah paling repot kalau pegawai baru yang masuk itu menduduki posisi diatas kita, dan lebih muda dari kita. Sudah deh, pasti akan timbul pemikiran, nih anak masih muda, bau kencur, gak bisa apa-apa dan pikiran pikiran negatif yang lain. Wajar kah ? Ya Wajar dong itu terjadi. Toh memang itu membuat kita merasa tidak nyaman, dan dia masuk di teritorial kita yang nya...