Langsung ke konten utama

KESULITAN MENULIS ARTIKEL

Kesulitan dalam menulis artikel itu adalah tidak adanya materi yang mau ditulis. Yang notabene biasanya berkenaan dengan jadwal deadline untuk artikel dapat dipublikasi. Pada saat itu tidak ada sama sekali ide yang muncul. Sama sekali kosong.

Cukup banyak juga materi yang bisa didapat bila saja saya mau menulis ide-ide kecil itu dalam catatan kecil di Handphone. Tapi nyatanya sering kali itu terlupakan.

Dan ketika saya menulis dalam paragraf ini, saya berhenti 20 menit untuk menikmati Acara Games of Games yang dipandu oleh Ellen Degeneres. Dan kemudian berhenti kembali 10 menit untuk menikmati sebuah makeover dapur. 

Jadi sebenarnya menulis sebuah artikel ini adalah sebuah pekerjaan yang cukup membutuhkan konsentrasi dan suatu semangat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Generasi

Dalam pekerjaan sehari hari, saya mempunyai tim yang selisih umur hampir 8 tahun lebih muda dari saya. 1 Perempuan dan 2 laki laki. Saya lahir di permulaan tahun '80an dan mereka lahir di permulaan tahun '90an. Mereka tidak terlalu mengalami secara langsung konflik '98 dan di usia SMA sudah menggunakan Handphone. Yang pada saat itu sedang booming sekali. Berusaha Mengerti tentang tim yang usia 10 tahun lebih muda dari saya membutuhkan tenaga dan cara tersendiri. Mereka lebih ceplas ceplos menyatakan unek uneknya ke saya. Daripada jaman 14  tahun lalu pada saat saya bekerja tidak akan berani ngomong ceplas ceplos dengan atasan saya. Dengan santai mereka bisa mengomentari langsung pakaian saya yang gak match suatu hari atau bercanda hal hal remeh dengan saya. Yang saya pelajari saat ini adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berekspresi dan berbuat apa yang menurut mereka mampu dan bisa. Dengan satu tujuan/goal yang jelas. Bila tidak jelas, maka saya akan coba ...

Memulai usaha baru

Ketika artikel ini ditulis. Saya baru saja melaunching produk baru saya yakni olahan carrot cake atau kue wortel pada hari Sabtu tanggal 8 desember 2018 (08 12 2018) Sebuah kue berbahan dasar wortel. Dan saya membulatkan tekad setelah digerakkan (dipaksa secara halus) untuk masuk dunia enterpreneur atau dunia pengusaha. Saya tidak mengerti. Terus terang nol dalam dunia enterpreneur ini. Lah orang hampir 15 tahun dari lulus Kuliah sudah ikut kerja di perusahaan sampai dengan saat ini. Dan pekerjaan enterpreneur ini saya rencanakan (awal) hanya hari sabtu saja untuk melayani pesanan. Karena hari minggu adalah hari istirahat. Saya tidak mau memaksakan diri saya di awal ini untuk mengejar pesanan di hari Minggu. Karena saya sadar bahwa hari senin adalah waktu saya konsentrasi di pekerjaan utama saya. Dan tidak mau terlalu capek juga. Karena kondisi badan saya yang menderita GERD. Dimana kondisi fisik, mental dan pikiran harus serba balance kalau enggak bisa konslet tubuh ini. Ya, saya...

WARISAN - LEGACY

Seminggu yang lalu dalam Training Leadership yang saya ikuti, dibahas mengenai apakah yang akan kita tinggalkan di perusahaan kita, apabila kita mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Dibahas pada saat itu adalah sebuah Legacy/Warisan. Apakah kita akan meninggalksan sebuah sistem operasional yang baik ? Sebuah kepemimpinan yang menjadi panutan bagi semua orang ? atau kita hanya meninggalkan sebuah cibiran dan sistem yang tidak efisien. Nah, hal itu menjadi pertanyaan secara umum buat saya. Apakah saya akan meninggalkan sebuah legacy dalam kehidupan saya ? Sebuah pertanyaan menarik yang perlu kita jawab secara personal. Apa sih legacy yang baik ? Menurut saya legacy yang baik adalah ketika legacy itu bisa membuat orang di sekitar kita menjadi lebih baik dan belajar untuk memperbaiki lagi yang sudah ada. Bila saya mengingat kemerdekaan negara ini, apakah legacy yang diteruskan kepada saya dan warga negara Indonesia. Yang pasti adalah mereka menginginkan anak dan cucu mereka d...