Langsung ke konten utama

PUJIAN


Apa yang kamu rasakan ketika kamu dipuji oleh seseorang karena kecantikan atau ketampananmu,kepandaian dan keahlianmu  atau kesopanan dan kerendahhatianmu ?

Pasti ada rasanya berbunga bunga dan hati ini meluap luap kegirangan. Wah kapan lagi bisa dipuji. Lebih lebih bila pujian itu terucap di hadapan banyak orang ? Wah tersipu sipu dan muka pasti memerah seperti tomat.

Saya mengamati agak jarang orang indonesia memberikan pujian pada saat bertemu sesrorang. Semoga tidak benar ya. Lebih ke arah pernyataan seperti ini.

"Wah agak kurusan ya ?"
"Wah agak gemukan sekarang."
"Wah jadi Bos sekarang"

Jadi pernyataan itu membuat ambigu. Antara memuji dan menyindir. Hehehehe.

Saya masih perlu belajar untuk memberikan apresiasi atau pujian. Dan bila pernyataan di atas menjadi suatu pujian akan berubah seperti ini

"Wah ada yang berubah ya, sekarang kelihatan lebih fit ya"
"Hebat ya kamu udah punya perusahaan sendiri"
Cuma kata kata perlu dibarengi dengan hati dan senyuman yang tulus. Bukan palsu atau dibuat buat supaya orang itu senang.

Pujian ini sifatnya bisa menular, artinya orang yang kita puji paling tidak akan memuji kepada kita kembali atau dia akan memuji orang lain di salah satu kesempatan.

Setiap pujian jangan mengharapkan bahwa pujian akan kembali kepada kita. Cukup ketika kita mengapresiasi. Lakukan dengan tulus.ì

Pujian perlu kita nyatakan pada orang orang terkasih, kerabat, keluarga dan teman teman kita.

Juga kepada orang lain yang mungkin tidak kita kenal. Pujian dan ucapan terima kasih biasanya melekat. Dan karena itu berupa bantuan yang diberikan kepada kita.

Ketika kita menerima pujian, yang perlu diingat adalah. Jangan sampai kita menjadi angkuh dan sombong. Biarlah pujian itu menjadi suatu pecut untuk kita lebih rendah hati dan berbuat baik serta benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Here Comes A New Challenger

Judul di atas pasti agak familiar bila saudara termasuk yang senang maen game fighting. Tagline itu diambil dari serial games STREET FIGHTER yang populer di tahun 1990-an (dan sampai sekarang), ketika ada pemain baru yang akan menantang pemain petahana (Defender) Saya bahas Here Comes A New Challenger ini dalam kaitannya dengan adanya pegawai baru yang masuk di kantor, dan kita merasa bahwa nih pegawai baru masuk bakal jadi saingan ku nih. Kenapa saya bahas ? Ya karena saya mengalami. Posisi saya terusik dengan adanya pegawai baru, yang notabene mungkin kapasitas dan kemampuannya diatas kita atau bisa jadi dibawah kita. Nah paling repot kalau pegawai baru yang masuk itu menduduki posisi diatas kita, dan lebih muda dari kita. Sudah deh, pasti akan timbul pemikiran, nih anak masih muda, bau kencur, gak bisa apa-apa dan pikiran pikiran negatif yang lain. Wajar kah ? Ya Wajar dong itu terjadi. Toh memang itu membuat kita merasa tidak nyaman, dan dia masuk di teritorial kita yang nya...

Lika liku Interview Kerja untuk Fresh Graduate

Halo, apakah ketika anda membuka artikel ini, anda sudah menyelesaikan studi anda di Diploma atau Tingkat Sarjana 1 dan Tingkat Master (S2), dan sekarang sedang terbayang dan memimpikan pekerjaan idaman anda ? Sama seperti saya dahulu ketika lulus kuliah, pada saat itu sudah kebayang rencana kerja dimana, keinginan untuk bekerja di perusahaan tertentu yang terkenal dengan gaji dan fasilitas yang baik, dan dimana sesuai dengan bidang kita. Pokoknya semangat banget deh. Memang artikel ini agak nggak pas dibaca untuk mereka yang mengembangkan usaha sendiri, membuat start up company, atau meneruskan perusahaan keluarga. Saya ucapkan selamat dulu untuk anda yang berdikari mandiri atau melanjutkan usaha keluarga. Nah untuk sebagian yang masih mencari pekerjaan. Berikut lika liku pekerjaan yang ingin saya bagikan. Untuk hal ini, saya informasikan diri saya dahulu. Saya alumni dari salah satu Institut Negeri di Surabaya dengan latar belakang Akademis : Arsitektur 13 Tahun lalu (...

KEMAMPUAN KERJA

Alkisah seorang bos di kota New York pernah berkata kepada anak buahnya seperti ini “Details of your incompetence do not interest me” , dan ketika si anak buah terdiam dan ternganga. Anak buah itu berkata pada dirinya sendiri “I Love my Job, I Love my Job, I love my job” Pernah merasa familiar dengan situasi seperti ini ? Dimana alasan kita tidak diterima oleh Bos, dan Bos meragukan kemampuan kerja kita. Sedangkan kita suka dengan pekerjaan kita. Ada beberapa hal yang bisa ditarik dari kejadian ini : 1. Si Bos yang sangat perfectionis Pasti ada kan bos yang sangat perfectionis, dan memasang standard tinggi dalam pekerjaannya dan timnya. Bagaimana cara menghadapi yang seperti ini ? Ubahlah cara pandangmu, coba cek dan tanyakan apa sih yang menjadi keinginan si bos ? Dan bagi kita, adalah menyamakan pandangan bos, dan bergerak bersama dengan dia. Tidak setuju dan tidak kuat dengan bos seperti ini ? YA Kalau masih cinta dengan pekerjaannya, ya coba cari dengan pekerjaa...