Langsung ke konten utama

BAU BADAN


Teringat kembali kepada masa anak-anak, dimana dapat memiliki aktifitas dengan bebas. Berlari kesana kemari bersama dengan teman-teman sebaya. Nah, pada saat itu saya mengenal tentang bau badan (diri sendiri). Ketika saya kembali pulang ke rumah, dan mama saya sudah mulai meminta segera mandi karena bau keringat.

Oke, bau keringat ya. Karena saya juga risih karena keringat itu membuat tubuh jadi terasa lengket dan enggak enak. Saya segera mandi. Ketika bermain-main sepupu di acara keluarga besar, disitu mulai keluarga mengkomentari. Aduh bau keringatnya. Bauuu... Nah mulai bertanya tanya, kenapa dengan bau keringatku. Toh saya enggak mencium apa-apa. Ya sudah dengan wajah muram dan mengomel, enggak bau kok. 

Saat itu, saya pelan-pelan mulai berpikir, kenapa ya bau badan saya. Kok banyak yang bilang bau ya. Dan ketika menginjak remaja di masa puber. Mulai ketika mencium aroma-aroma yang bau keringat begitu dari teman teman sebaya. Baru tersadar, iya ya. Bau badan ini mengganggu juga.

Dan berkenalan dengan deodorant, untuk mengatasi bau badan ini. Ya terutama supaya area ketiak itu tetap kering dan ya tidak membuat aroma yang tidak sedap.

Bau badan benar benar mengganggu. Sangat Mengganggu sekali. Baik perempuan maupun laki-laki. Dan harus segera diatasi. Ada yang bilang aroma kejantanan pria itu dari bau badannya. Astaga kalau bau banget ya enggak banget juga kali. 

Problemnya kalau masih kecil, kita bisa spontan aja bicara ke teman teman sebaya, eh bau badan kamu dengan enak. Lah kalau sudah dewasa. Pasti ada rasa sungkannya. Saya teringat pada waktu SMA, ada teman di salah satu kelas yang bau badannya memang "khas" dan tidak memakai deodorant. Alhasil pada saat ulang tahun, rumornya dibelikan teman satu kelasnya deodorant untuk mengatasi bau badannya. Entah berita itu akhirnya jadi kebenaran atau tidak.

Jadi saudara saudara, periksa deh diri sendiri. Apakah kita tipe orang yang mengeluarkan bau badan khas dan belum teratasi. Tanyakan kepada keluarga dahulu, mereka akan bisa mengatakan dengan jujur. Kemudian tanyakan kepada orang terdekat yang sering berinteraksi dengan kita. Kalau ada orang lain yang mengatakan kepada kita bahwa kita bau badan. Terimalah dengan senang hati dan bersyukurlah karena ada mereka yang mengingatkan.

Saya teringat juga ketika saya menerima mahasiswa magang, dan memang bau badannya "khas" sehingga orang kantor di sekelilingnya terganggu. Saya panggil dia, dan saya katakan sebagai teman, saya mengatakan kebenaran. Dan saya juga ceritakan pengalaman saya di atas. Dan saya melihat di wajahnya ada rasa kaget, sungkan, dan sedikit bersyukur karena diingatkan. Setelah itu dia sudah memakai deodorant.

Dan bagaimana mengatasinya bau badan ini? Ya pakai deodorant, juga pakai parfum untuk membuat aroma wangi ditubuh. Dan mungkin mandi agak teratur, ketika kita bisa mandi. Dan bila saudara tipe berkeringat banyak, usahakan bawa backup deodorant ketika ketiak sudah terasa basah, cepat-cepat diseka dengan tissue, dikeringkan dan dioleskan deodorant kembali. (Pengalaman pribadi).

Karena bau badan itu mengganggu. Salam 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Here Comes A New Challenger

Judul di atas pasti agak familiar bila saudara termasuk yang senang maen game fighting. Tagline itu diambil dari serial games STREET FIGHTER yang populer di tahun 1990-an (dan sampai sekarang), ketika ada pemain baru yang akan menantang pemain petahana (Defender) Saya bahas Here Comes A New Challenger ini dalam kaitannya dengan adanya pegawai baru yang masuk di kantor, dan kita merasa bahwa nih pegawai baru masuk bakal jadi saingan ku nih. Kenapa saya bahas ? Ya karena saya mengalami. Posisi saya terusik dengan adanya pegawai baru, yang notabene mungkin kapasitas dan kemampuannya diatas kita atau bisa jadi dibawah kita. Nah paling repot kalau pegawai baru yang masuk itu menduduki posisi diatas kita, dan lebih muda dari kita. Sudah deh, pasti akan timbul pemikiran, nih anak masih muda, bau kencur, gak bisa apa-apa dan pikiran pikiran negatif yang lain. Wajar kah ? Ya Wajar dong itu terjadi. Toh memang itu membuat kita merasa tidak nyaman, dan dia masuk di teritorial kita yang nya...

Lika liku Interview Kerja untuk Fresh Graduate

Halo, apakah ketika anda membuka artikel ini, anda sudah menyelesaikan studi anda di Diploma atau Tingkat Sarjana 1 dan Tingkat Master (S2), dan sekarang sedang terbayang dan memimpikan pekerjaan idaman anda ? Sama seperti saya dahulu ketika lulus kuliah, pada saat itu sudah kebayang rencana kerja dimana, keinginan untuk bekerja di perusahaan tertentu yang terkenal dengan gaji dan fasilitas yang baik, dan dimana sesuai dengan bidang kita. Pokoknya semangat banget deh. Memang artikel ini agak nggak pas dibaca untuk mereka yang mengembangkan usaha sendiri, membuat start up company, atau meneruskan perusahaan keluarga. Saya ucapkan selamat dulu untuk anda yang berdikari mandiri atau melanjutkan usaha keluarga. Nah untuk sebagian yang masih mencari pekerjaan. Berikut lika liku pekerjaan yang ingin saya bagikan. Untuk hal ini, saya informasikan diri saya dahulu. Saya alumni dari salah satu Institut Negeri di Surabaya dengan latar belakang Akademis : Arsitektur 13 Tahun lalu (...

Generasi Milenial Awal di Pekerjaan

Tulisan ini sebenarnya untuk mengetahui apa yang saya rasakan sebagai Generasi Milenial awal. Atau generasi Y Awal. Baiklah, untuk awalnya adalah seperti ini. Saya lahir di Tahun 1981, dimana kalau beberapa dari sumber data termasuk di dalamnya wikipedia indonesia mengatakan bahwa generasi Milenial lahir di tahun 1981 sampai dengan awal tahun 2000. Mengapa dikatakan awal, karena masih banyak terpengaruh dengan generasi X dan Baby Boomers. Baru ada TV Swasta di tahun 1990 an awal, mall baru ada di tahun 1990 awal juga, dan Internet baru hadir dan digunakan di tahun 1999. Juga mengalami masa Kerusuhan tahun 1998. Apa yang terjadi ketika masuk di dunia kerja pada saat awal. 1. Saya sangat patuh dengan pimpinan saya, dan tempat dimana saya bekerja 2. Saya bisa berbeda pendapat dengan pimpinan saya, namun saya tidak bisa mengekspresikan secara terbuka melalui emosi dan wajah saya. 3. Saya tidak berani untuk menepuk pundak pimpinan saya dalam menyapa. Sapaan hanya berupa lisan. Dala...