Langsung ke konten utama

Nilai Pribadi

2 hari saya mendapatkan pelatihan tentang Nilai nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang menjadi dasar dan cerminan dari perusahaan itu sendiri.

Dan dalam pelatihan tersebut dikatakan bahwa sebenarnya nilai nilai perusahaan itu berasal dari nilai nilai pribadi.

Jadi nilai pribadi itu sangat penting. Nilai itu yang juga cermin bagaimana kita bersikap. Itu akan timbul ketika orang berinteraksi dengan kita.

Bila kita memiliki nilai kejujuran, maka sekeliling kita akan memberikan respon perihal kita dapat dipercaya dalam keuangan atau tanggungjawab lainnya. Dan berlaku juga sebaliknya.

Sepentingkah nilai itu buat kita ? Iya penting sekali. Karena itu yang akan menjadikan diri kita sekarang. Bila kita tidak menjaganya maka. Sekeliling kita akan memberikan respon negatif. Yang akhirnya akan mempengaruhi kita untuk berbuat negatif lagi.

Bagaimana caranya menjaga nilai kita ? Dengan terus mengasah hal hal positif di kehidupan kita. Bila kita mau belajar mengenai kejujuran. Maka belajarlah untuk jujur. Bila ditilang polisi karena salah jalur dalam berkendara. Akuilah dan terima sanksinya. Jangan berkompromi dengan ketidakjujuran.

Dan dalam 2 hari kemarin. Lebih banyak berbicara bagaimana menemukan nilai kita, dan terus menerus meningkatkan nilai positif kita dan mengurangi nilai negatif.

Selamat mencoba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lika liku Interview Kerja untuk Fresh Graduate

Halo, apakah ketika anda membuka artikel ini, anda sudah menyelesaikan studi anda di Diploma atau Tingkat Sarjana 1 dan Tingkat Master (S2), dan sekarang sedang terbayang dan memimpikan pekerjaan idaman anda ? Sama seperti saya dahulu ketika lulus kuliah, pada saat itu sudah kebayang rencana kerja dimana, keinginan untuk bekerja di perusahaan tertentu yang terkenal dengan gaji dan fasilitas yang baik, dan dimana sesuai dengan bidang kita. Pokoknya semangat banget deh. Memang artikel ini agak nggak pas dibaca untuk mereka yang mengembangkan usaha sendiri, membuat start up company, atau meneruskan perusahaan keluarga. Saya ucapkan selamat dulu untuk anda yang berdikari mandiri atau melanjutkan usaha keluarga. Nah untuk sebagian yang masih mencari pekerjaan. Berikut lika liku pekerjaan yang ingin saya bagikan. Untuk hal ini, saya informasikan diri saya dahulu. Saya alumni dari salah satu Institut Negeri di Surabaya dengan latar belakang Akademis : Arsitektur 13 Tahun lalu (...

WARISAN - LEGACY

Seminggu yang lalu dalam Training Leadership yang saya ikuti, dibahas mengenai apakah yang akan kita tinggalkan di perusahaan kita, apabila kita mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Dibahas pada saat itu adalah sebuah Legacy/Warisan. Apakah kita akan meninggalksan sebuah sistem operasional yang baik ? Sebuah kepemimpinan yang menjadi panutan bagi semua orang ? atau kita hanya meninggalkan sebuah cibiran dan sistem yang tidak efisien. Nah, hal itu menjadi pertanyaan secara umum buat saya. Apakah saya akan meninggalkan sebuah legacy dalam kehidupan saya ? Sebuah pertanyaan menarik yang perlu kita jawab secara personal. Apa sih legacy yang baik ? Menurut saya legacy yang baik adalah ketika legacy itu bisa membuat orang di sekitar kita menjadi lebih baik dan belajar untuk memperbaiki lagi yang sudah ada. Bila saya mengingat kemerdekaan negara ini, apakah legacy yang diteruskan kepada saya dan warga negara Indonesia. Yang pasti adalah mereka menginginkan anak dan cucu mereka d...

Here Comes A New Challenger

Judul di atas pasti agak familiar bila saudara termasuk yang senang maen game fighting. Tagline itu diambil dari serial games STREET FIGHTER yang populer di tahun 1990-an (dan sampai sekarang), ketika ada pemain baru yang akan menantang pemain petahana (Defender) Saya bahas Here Comes A New Challenger ini dalam kaitannya dengan adanya pegawai baru yang masuk di kantor, dan kita merasa bahwa nih pegawai baru masuk bakal jadi saingan ku nih. Kenapa saya bahas ? Ya karena saya mengalami. Posisi saya terusik dengan adanya pegawai baru, yang notabene mungkin kapasitas dan kemampuannya diatas kita atau bisa jadi dibawah kita. Nah paling repot kalau pegawai baru yang masuk itu menduduki posisi diatas kita, dan lebih muda dari kita. Sudah deh, pasti akan timbul pemikiran, nih anak masih muda, bau kencur, gak bisa apa-apa dan pikiran pikiran negatif yang lain. Wajar kah ? Ya Wajar dong itu terjadi. Toh memang itu membuat kita merasa tidak nyaman, dan dia masuk di teritorial kita yang nya...